Wednesday, July 10, 2013

Surat Cinta Yang biasa (dalam Pencarian Jalan Pulang)

andaikan setiap puisi adalah do'a
aku harap ini adalah puisi
tengadahku meneteskan kristal bening
kuingin malam ini tak segera beralalu
malu...
karena seringkali terlupa
lebih sering dari ingatku
inginku jadi yang beda diantara yang ada
bagai kejora yang berpijar diantara seribu bintang
tapi sayang
aku hanya bagian dari kebanyakan
cintaku ternyata biasa... biasa... biasa saja...
semalam. 2 malam yang lalu... 3 malam yang lalu
ah... aku lupa berapa malam
aku tak pulang
bagaimana ku harus sembunyikan mukaku,
mengakui bahwa ku pulang petang
kucari cahaya bersama sang bintang
bergetar...
ah cahaya itu tak datang
kemanakah jalan pulang?
kususuri setapak demi setapak
jalan terjal
arghhh... perih (lukaku semakin menganga)
hingga nahkoda telah berlalu
bolehkah pintuMu kuketuk
merayu padaMu
bukakan lebar sampai pucuk
agar ku bisa masuk


~Chika Rei

Untitled: Deni Sabri

Ruang sempit ini tak menghentikan ku untuk berpacu,,,
sudut gelap ini pun tak bisa membuat ku diam dan terpaku,,,
Banyak yang ingin kulakukan tanpa terlalu lama berpangku tangan,,
imajinasiku terus mambawaku terbang melintasi inspirasi tanpa batas,,
menghancurkan aturan tanpa beban,,,,
menghasilkan karya tanpa harus perduli apa penilaian mereka,,,,




deni sabri
 batam

Sunday, July 7, 2013

Fotomu

Fotomu
*Elsa


Ku pandang fotomu ketika aku merindukanmu
Hanya itu yang dapat kulakukan selain mendoakanmu
Ketika aku tak bisa membendung rindu ini
Bahkan terkadang ingin rasanya menangis
Tapi seringkali ku tahan
Aku tidak ingin menangisimu
Bukankah aku bahagia memiliki rasa sayang itu?

Lama aku memandangi wajahmu dalam foto itu
Alis tebal melengkung tegas
Mata yang tajam
Hidung yang mancung
Bibir yang jarang tersenyum itu
Namun jia sekali tersenyum, sangat indah dipandang

Tanganmu besar terlihat kekar
Apakah jika menggenggamnya akan terasa nyaman?
Bahu yang tegap itu
Apakah bisa menjadi tempatku untuk bersandar melepas kesedihan?

Aku hanya mempunyai beberapa potongan kenangan bersamamu
Kenangan indah yang ku simpan dengan rapi
Kenangan yang seringkali menjadi harapanku tuk dapat mengulang yang telah terjadi
Kenangan yang selalu muncul disaat aku merindukanmu

Kau tahu? dengan merindukanmu, itulah caraku merengkuhmu dari jauh
Dengan memandang fotomu aku bayangkan kamu ada dihadapanku
Hingga kamu tetap terasa dekat meski sebenarnya kita jauh




Biodata singkat
Elsa, seorang mahasiswi tingkat akhir di Akademi Farmasi Samarinda. Sangat menyukai puisi dan sastra walaupun pendidikannya bergelut dalam dunia eksakta. Pencinta senja dan warna jingga.
Blog: tentangakudansenja.blogspot.com

Kerinduan Musim Semi



Kerinduan Musim Semi
*Arlin Safitri

Ranting patah menunggumu
Gugur daun pun berjatuhan
Bersama berlalunya musim semi
Mengukirkan satu nama di atas tanah berpasir
Tanah yang dahulu di tumbuhi pohon yang rindang
kini tandus mengiringi langkahmu

Nalarku tak dapat terbayangkan
Meski harap masih saja ku dambakan
Akankah mekar lagi mawar di taman
Setelah kelopaknya jatuh beruntuhan
Setelah daunnya mengering berserakan

Tanah yang tandus
Ingin ku tanami bunga
Mendambakan setangkai mawar nan indah
Ketika musim berganti sudah


Niah gadis 17 tahun asal Indramayu, hobby menulis sejak duduk di bangku kelas 2 SMP. Beberapa karyanya pernah di publish di berbagai blog Internet.

Ibu, Kau Surgaku



Ibu, Kau Surgaku
Oleh : Indah Permatasari

Tulusnya pengorbananmu membalut jiwaku
Membingkai doa disetiap malammu
Tak ada angkara murka kala hatimu teriris
Selalu mencerahkan, menghangatkan
Selalu sabar tak terkirakan
Meski senja menghampiri dirimu
Tetap saja kau sekuat karang dilaut biru
Keelokkan mutiara tidak lebih dari sayangmu
Harta tak jua mampu membuat gunungan kasih
Tak seujung kukupun sanggup membalas
Hanya secercah doa kecil dari tangan ini yang terucap
Memorimu hanya anak
Ingatanmu hanya keluarga
Ucapanmu doa yang mustajab
Keajaiban doa mu nyata
Semua mudah begitu saja
Karena kau ibu
Ibuku tercinta, terhebat, terkasih, tersayang
Dan lebih indah lagi dari itu
Ibu, kau surgaku